Paduan Nikel 200: merupakan paduan nikel murni dengan komposisi kimia minimal 99,2% nikel. Paduan ini merupakan paduan nikel paling murni dan sering dipilih untuk digunakan di lingkungan dengan persyaratan korosif yang sangat tinggi.
Paduan Nikel 201: juga merupakan paduan nikel, namun dengan kandungan karbon lebih rendah. Mengandung minimal 99.0% nikel, dan kandungan karbon dibatasi kurang dari 0,02%. Nickel Alloy 201 memiliki kandungan karbon yang lebih rendah dibandingkan Nickel Alloy 200.
Daya tarik:
Paduan Nikel 200: merupakan paduan non-magnetik karena kemurnian nikelnya yang tinggi.
Paduan Nikel 201: juga merupakan paduan non-magnetik, tetapi karena kandungan karbonnya sedikit lebih tinggi daripada Paduan Nikel 200, paduan ini mungkin sedikit bersifat magnetis pada suhu tinggi.
Perbedaan utama antara Nikel 200 dan Nikel 201 adalah kandungan karbon dan ketahanan terhadap korosi. Nikel 201 memiliki kandungan karbon yang lebih rendah, sehingga memiliki ketahanan korosi dan grafitisasi yang lebih baik pada suhu tinggi, sedangkan nikel 200 menunjukkan sifat mekanik yang lebih baik pada suhu normal
Aplikasi:
Karena karakteristik kemurnian tinggi dari paduan nikel 200 dan paduan nikel 201, biasanya digunakan di beberapa bidang industri khusus, terutama di lingkungan dengan persyaratan ketahanan korosi yang tinggi, seperti industri kimia, manufaktur baterai, pelapisan listrik, pemrosesan makanan, dan bidang lainnya.






